Posted on

Politik, Politikus dan Tikus

Politik terbit dari perkataan Greek ia itu polis yang bermaksud negeri atau komuniti. Politik kononnya adalah cara untuk mencapai masyarakat yang serba cukup, puas dan gumbira dan selanjutnya menjadi lebih cukup, puas and lebih gumbira dan begitulah selanjutnya. Secara umum sifat manusia yang sentiasa tidak puas dengan apa yang ada memangkin politikus memain peranan memperbaiki strategi politik mereka untuk mencapai kerakusan umum. Politik bolehlah dianggap sebagai perlakuan kerajaan yang memastikan (guarantee) masyarakat yang aman damai, yang puas (?), yang maju, yang majmuk, yang bebas (?), yang mengembirakan semua orang. Politikus lah yang mendokong tanggung jawab ini.

Politikus dilihat sebagai penyumbang (pesumbang?) ide, langkah dan strategi yang kebarangkalian dapat menyah konflik didalam masyarakat yang diwakili. Namun sifat manusia yang berbeda-beda pendapat, rasa dan perspektif mana mungkin dapat dipuaskan nafsu nafsi mereka. Yang bercita-cita juga menjadi politikus akan cuba merobek sang politikus yang ada maka bermulalah pertelingkahan. Tetapi realitinya, majmuk yang berfikiran maju langsung tidak sewenang mempercayai yang batil. Ungkapan buat baik berpada-pada buat jahat jangan sekali jelas maksudnya. Politikus mesti punya skil yang tinggi dalam mengayat komuniti yang diwakili. Brandingnya mesti kukuh untuk memastikan loyalty. Pidato harus meyakinkan. Sesaat tidur, kubur digalikan. Gerak sentiasa menjadi pandang. Kata sentiasa menjadi tiang. Politikus sentiasa terpaksa memikir melakukan the impossible. Excite the clients, terma yang sentiasa digunapakai untuk kerjabuat-kerjabuat pemasaran.

Politikus umpama tikus. Makhluk tuhan yang hebat deria bau. Kehebatannya membuatkan ia mampu memijak di atas periuk api tanpa meletupkannya. Politikus seperti tikus lazimnya adalah insan-insan yang friendly, sociable and intelligent. Namun jika tidak diselia mereka akan menjadi pemusnah yang tidak berguna.

Politik adalah mainan politikus. Politikus bisa saja menjadi politikus yang disenangi mahupun dibenci.Politik dilihat punya objektif yang murni. Politikus perlu berhati-hati. Kalau jujur terus disanjungi kalau busuk dipijak mati.

Azan susbuh sudah didengari, den lom dapek tido lagi…tu pasal lah merepek cam ni hehehehe

Cheers…

2 responses to “Politik, Politikus dan Tikus

  1. shahil

    Asslaamualaikum

    Ada politik maka ada politikus.

    Dan lawan politikus ialah polikucing

    Wassalam

  2. rozzdabozz ⋅

    waalaikumsalam,

    Banyak kucing la ni nampak tikuih buat derkkk ajerrr…

    cheers..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s